Takut Dewasa, tanpa Allah
![]() |
Menjadi dewasa itu melelahkan, amanah dan tanggung jawab menumpuk, dada terasa sesak, dewasa sesakit itu, labil dan rapuh, mudah sedih dan menangis, tapi segala puji bagi Allah, sampai hari ini, kau masih ada di jalan perjuangan itu.
Dalam kedewasaan, kau diminta mendewasakan dir, ada banyak hal yang harus diikhlaskan meski harus menangis, kau mulai menjalani hidup, menikmati setiap ujian kehidupan, ditampar kenyataan, hingga terkapar dan menangis lagi.
"Dahulu kau berpikir yang mudah menangis itu anak kecil, hari ini, ternyata orang-orang dewasa lebih mudah menangis."
" Di kedewasaan ini, masalah hidup, rumitnya perjalanan, fitnah dimana-mana, godaan iblis dan manusia bercampur padu, maka aku titipkan Allah menolongmu, bersujudlah nanti Allah memenangkanmu."
Jika kedekatanmu dengan Allah tak menenangkanmu atas apa yang terjadi, maka setidaknya menenangkan dan membuatmu lapang untuk menerima keadaan.
Di fase dewasa, orang-orang membencimu tanpa sebab, itu biasa. Maka anak muda, jika mereka menjahatimu, ingatlah, kau tak dihisab atas perlakuan mereka, tapi kau dihisab atas perlakuanmu terhadap mereka.
Beranjak dewasa, kadang ujian hidup susah membuat sesak, muncul lagi ujian percintaan, karena wajar, syahwatmu sedang kuat-kuatnya, ini merapuhkan lagi, seseorang datang bagaikan solusi, ternyata hanya ilusi, seakan-akan membawa cinta ternyata nafsu belaka.
Belum lagi, ternyata kau tulang punggung keluarga, hati sudah sesak, fisik lagi harus bekerja keras, benar-benar lelah. Kadang kedewasaan bisa membunuh seseorang, melemparkan mereka jauh dari kesadaran, karena beratnya hidup.
Maka aku titipkan Allah kepadamu, hanya Allah satu-satunya harapanmu, alasan kenapa kau harus tetap hidup dan berjuang. Jika dada telah sesak, hati telah lelah, fisik tak lagi kuat, ingatlah firman Allah "dan kami pun telah menurunkan bebanmu darimu." (Q.S Al-Insyirah, ayat 2)
dari Aura : Sama-sama belajar mendewasa dengan baik, dengan tanpa melupakan Allah.
Paiton, 30 November 2022 / 14:43
@riskiathaillah
@fz.elbatul
.jpg)


Komentar
Posting Komentar