Bait Perindu
Kekasih...
Sungguh betapa mulia dan agungnya dirimu
Engkaulah sumber keindahan yang tercipta
Engkaulah sumber keindahan yang tercipta
Cahayamu di atas cahaya lainnya
Senyummu yang paling menawan
Tak ada bandingannya
Kekasih...
apakah Engkau mendengar puisi dariku ditiap ujung malam
sebelum tayaqqadu terdengar di telinga perindu ?
Kekasih... namamu..
semua kisah tentangmu aku mencari
dikala ku temukan, aku ingin semakin mencari
bak dahaga yang tak berkesudahan
bak angin yang tak mampu berhenti tersemilirkan
Inilah kerinduanku,
aku selalu menghadirkan bayangmu dalam doaku
aku begitu mendambakan perjumpaan denganmu
walau hanya dalam mimpi
Duhai, yang bermata indah...
yang begitu sempurna jiwanya
yang begitu harum hingga tanah yang ditapakinya
yang begitu lembut nan tegas tutur katanya
Duhai, pemilik segala keindahan...
semua tercipta karena dirimu seorang
tak henti-hentinya nyanyian juga pujian dalam jiwa
hanya engkaulah, pelipur segala lara
betapa aku merindukan...
jika bukan karena cinta, takkan ku tangisi puing-puing rumah
takkan pula berjaga sebab mengingat Makkah dan Madinah
persinggahanmu, serta kisah perjalanan hidupmu
persinggahanmu, serta kisah perjalanan hidupmu
hanya Engkaulah, pangeran kedua itu
Duhai, Pujaan hati...
Walau air mata bercampur darah,
menangis sebab cinta dan rindu
Walau kemilau harta dunia,
mana mungkin Engkau terpaut
Engkaulah Rasulullah SAW, kekasih kami
Semoga salam dan kesejahteraan kepadamu selalu menyertai
Paiton, 06 Juli 2023
Penulis @fz.elbatul


Komentar
Posting Komentar