Untukmu Yang Berusaha menahan Perasaan
"Aku tidak mau pacaran."
"Aku tidak mau terlibat dalam hubungan yang belum halal."
"Yang terjaga hanya untuk yang terjaga juga."
Berulang kali seseorang itu membisikkan kalimat itu kepada dirinya sendiri, ia sangat takut bisa sampai salah menyikapi rasa yang belum waktunya. Saat jatuh hati, ia selalu berusaha untuk mengedepankan keimanannya, bukan perasaannya. Ia sadar selama ini telah begitu sering hatinya dan hidupnya berantakan ketika terjebak kepada hubungan yang tak ada ridho Allah di dalamnya.
Ia terus mencoba menahan, menahan pandangan, menahan lisan dan tangannya walau hanya sekedar chat di ruang virtual. kalau bukan hal penting dan mendesak, ia tak akan mudah membuka obrolan dengan seseorang. Hanya atas dasar syari'at, ia melakukan segala tindakan.
Bukan ia tak punya rasa atau tak pernah jatuh cinta. Tapi ia hanya takut menikmati dan tersibukkan dengan sesuatu yang belum tentu menjadi takdirnya. Dalam setiap keadaan, ia selalu menimbang segalanya atas perintah Tuhan. Bila melanggar, tak segan ia tinggalkan, secinta dan sesayang apapun dirinya karena sadar tak ada satu pun yang mampu menggantikan keimanan.
Hidup tenang adalah hidup dalam ketaatan, bukankah dunia hanyalah kesenangan yang menipu? ia tak akan rela mengorbankan akhirat yang abadi untuk dunia yang kelak akan ia tinggalkan pergi. Sungguh indah prinsip seseorang itu.
Untukmu yang sedang berusaha menahan, semoga istiqomah di tengah derasnya fitnah akhir zaman.
Orang-orang yang mengedepankan Allah dalam hidupnya, tak akan pernah merasakan kekecewaan. Semua ketaatan akan berbuah manis di dunia, terlebih lagi di akhirat.
Untuk apa memiliki rasa cinta kepada seseorang bila tak memiliki rasa cinta kepada Allah dalam hidup kita?
Paiton, 05 Agustus 2023
Penulis @fz.elbatul
.jpeg)


Komentar
Posting Komentar