Ceritaku sebelum tidur
Teruntuk diri,
teruntuk jiwa yang masih bertahan hingga detik ini.
aku tau, kau telah melakukan banyak hal hingga langkahmu ada dititik ini.
aku tau, banyak lelah yang kau rasakan dari banyaknya tugas maupun tanggung jawab yang kau punya.
aku tau, terkadang kau mengorbankan diri sendiri demi orang lain.
itu tidak buruk, bagimu itu telah menjadi salah satu cara untuk membahagiakan diri sendiri.
kau percaya, bahwa semua yang kita lakukan pasti akan kembali kepada diri kita.
kau tau, bahwa kemarin, hari ini, juga esok adalah jalan yang pasti kau lalui, entah dengan bersama atau hanya seorang diri.
kau pun tau, kita tidak bisa mengandalkan kemampuan yang kita punya, karena sadar kita adalah makhluk yang lemah.
kau pun juga tau, bahwa kekuatan satu-satunya hanyalah Allah. Tak ada yang lain.
kau sadar, kita bukan siapa-siapa, dan sejatinya kita hanyalah "numpang" hidup di dunia ini.
Jika kau memiliki sebuah mimpi, maka kau harus bisa mewujudkan mimpi itu.
jika kau punya cita, maka tekadkan diri untuk bisa menggapainya.
jika kau juga punya cinta, maka jagalah jika sudah ada digenggaman, jangan sekali-kali melepaskan ia pergi dengan sejuta tanda tanya atau sedalam apa yang kau torehkan luka.
karena terkadang,
apa yang telah kita miliki adalah harapan bagi orang lain.
dan apa yang kita harapkan, ada pada milik orang lain.
syukurilah apa yang ada saat ini, kesehatan kita, materi kita, atau hal lain apapun itu.
bolehkah kau memberiku kesempatan, untuk melihat senyummu di malam ini ?
aku berharap kau baik-baik saja
semangat untuk jalani hari esok
semoga hal-hal baik selalu menyertaimu 💝
never give up !
.jpeg)


Ada cerita, di siang hariku
BalasHapusPada setiap kepercayaan yang kau gantungkan pada manusia, diwaktu yang lain kepercayaan itu akan memudah. Seiring berjalannya waktu, karena manusia mempunyai porsi waktunya masing-masing. Kita tidak tau apakah masih memiliki kesempatan untuk menyayangi orang yang kita cintai dengan tulus. Apakah kita masih hidup esok hari ? Sejatinya, kita akan memenuhi sebuah satu janji yaitu mati. Walaupun harapan sudah berulang entah kesekian kalinya meninggalkan kita. Kita hanya perlu berfikir, merenungkan, apakah kita masih pantas meletakkan harapan itu sepenuhnya pada manusia? Apakah kesementaraan ini cepat atau lambat memeluk kita?
Engkaukah itu yang berdiri menunggu di ujung senja ? Yang berusaha menyimpan keindahan langitnya.
Engkaukah itu yang duduk menunggu di ruang beranda ?
Mengasuh rindu dan meninabobokkan cinta.
Aku melihat, dimalamnya.
Engkau memegang sebuah lentera diruangan harapan, menatap album cinta satu persatu. Lalu kau tertidur dimeja itu, air matamu mengering dilembaran-lembaran janji.
Engkau tenggelam dalam lautan mimpi dan aku tak tau apakah kau akan bangkit lagi.
by : aura jingga