Semestaku
Sementara,
ku tutup dulu buku tentang semesta
bukan berarti aku berhenti melukis atau menulis
aku hanya ingin merebahkan diri sejenak
menatap segala angkasa dengan pesonanya
mengingat kembali pelukan hangat sang senja
sementara,
aku kembali melukis diriku
menjemput tulisan yang masih berupa khayalan
karenamu semesta, aku tidak dapat diam
apalagi membisukan luka yang mulai membius
sementara,
kini ku rindukan hujan
yang dalam gemericiknya aku dapat bercerita
tentang semesta dan air mata
.jpeg)


Komentar
Posting Komentar