Penipu Ulung
baru saja aku menemukan beberapa kalimat dari sebuah buku, yang membuatku berfikir berkali-kali, mencoba memahami apa maksudnya, bunyi kalimatnya begini :
Jika kamu memejamkan mata, kamu tidak akan melihat sesuatu yang ada dihadapanmu, tetapi dirimu tidak akan bisa mengusir rasa lapar. Dengan cara yang sama, hangat dan dingin yang melekat pada hidangan makan malam, serta manis dan pahit yang melekat pada makanan lainnya, semua ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, namun lebih dari itu ia mampu dirasakan oleh organ tubuh yang lain.
Sekarang, mengapa kamu hanya mementingkan tubuh ini?
apa hubunganmu dengan tubuh ini?
Padahal kamu dapat berdiri tanpanya. Selamanya kamu tanpa tubuh. Di malam hari kamu tidak memedulikan tubuhmu, sementara di siang hari kamu selalu disibukkan dengan bermacam pekerjaan. Pada saat itu dirimu tidak bersama tubuh.
Bagaimana kamu bisa merasakan gemetar tubuh ini, padahal kamu tidak pernah bersamanya bahkan selama satu jam pun karena kamu selalu berada di tempat-tempat lain?
Di mana kamu dan di mana tubuh itu?
“Kamu berada di satu lembah, dan aku berada di lembah yang lain.”
Tubuh ini adalah sebuah tipuan besar. Bayangkan jika kamu mati, maka sejatinya dia juga mati. Lalu apa yang kamu gantungkan pada tubuh? Dia adalah penipu ulung. Para tukang sihir Fir’aun.
Dari sedikit cuplikan sebuah buku, buku itu sebenarnya adalah buku yang sudah lama ku idam-idamkan, fisik bukunya sangat tebal, cover bukunya berwarna hitam, merupakan salah satu karya dari seorang sufi yang sangat familiar, judul bukunya berbahasa arab, tetapi tertulis menjadi bahasa latin.
coba tebak judul bukunya ! 🫠
Paiton, 07 Maret 2025 / 00:22 WIB
Penulis @fz.elbatul



Komentar
Posting Komentar