Belajar Bahagia


Hari ini adalah awal hari di bulan Robiul Awal, bulan kelahiran sang Kekasih. Berbahagialah, kalau gak bahagia ya pura-pura bahagia hehe

MasyaAllah...

Semalam, aku sempat mengikuti webinar maulid, menyelami makna maulid Adh Dhiya'ul Lami' karya Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz, Tarim. Sebenarnya itu adalah kedua kalinya aku mengikuti acara webinar secara online bersama para ustadzah/Syarifah. Berawal dari salah satu postingan temanku di WhatsApp, dari situ aku tertarik untuk bergabung melalui zoom meeting. Alhamdulillah.. 

Rasanya berbeda, mengikuti maulid secara virtual dengan secara langsung hadir di tempat acara, itu sangat berbeda 🥹 

Karena aku sekarang berada di tanah rantau atau di kota orang, dan tidak memiliki circle. Jadi, aku berusaha untuk bisa mengarahkan ke mana aku harus belajar, kepada siapa aku harus mendengar, dan kepada siapa aku harus berbicara. 

Berbeda dengan kondisi lingkungan di rumah, yang tempatnya di pedesaan. Itu masih sangat kental dengan budaya, bisa dikatakan dekat dengan majelis, circle, dan juga guru-guruku yang mengajarkanku ketika aku masih kecil.

Dengan bergulirnya waktu, aku semakin paham mengapa Allah menempatkanku di sini. Dan ketika aku sedang menjalani fase di mana aku bertanya pada diriku sendiri, mengapa harus terjadi kepadaku ?. Aku berusaha untuk menerima dan berdamai dengan apa yang terjadi. Dalam hati, "Allah.. Engkau ingin aku belajar apa?"

Mungkin suara hati ini terdengar kurang sopan, aku paham diriku, aku paham dengan apa yang aku inginkan, mungkin inilah jalannya, Allah membuatku belajar, Allah menyiapkan jiwa dan hatiku untuk menerima sesuatu yang akan aku dapatkan di masa depan. Ya, Allah tidak akan pernah salah menempatkan hambaNya. Allah tidak akan membiarkan hambaNya terlantar, tidak akan pernah. Allah hanya menyiapkan jiwa dan hati untuk menerima sesuatu yang lebih besar. 

Banyak, kalimat-kalimat yang menginspirasi, nasehat-nasehat yang menenangkan, membuatku tersenyum hingga aku tersadar. Bahwa, "andaikan manusia dapat menghitung nikmat yang Allah berikan padanya, niscaya dia tidak akan pernah berhenti untuk bersyukur. Menangis karena telah berburuk sangka pada takdir yang sebenarnya sudah Allah rancang sedemikian rupa untuk kita." 

Pernah, lagi ngeluh karena capek. Bukan pernah, tapi sering :v Tiba-tiba disadarkan oleh kalimat ini:

قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ

إِذَا كَانَ الشُّغْلُ مُجْهِدَةً، فَإِنَّ الْفَرَاغَ مُفْسِدَةٌ

"JIKA KESIBUKAN (MEMBUATMU) STRESS MAKA INGATLAH BAHWA MENGANGGUR ITU MEMBINASAKAN"

(SAYYIDINA UMAR BIN KHATAB R.A)

-

Alhamdulillah 'alaa kulli haal, semoga kita bisa menjadi manusia yang mudah dan pandai bersyukur ya teman-teman. Aamiin 


Paiton, 25 Agustus 2025 M/18:12 WIB
01 Robiul Awal 1447 H
Penulis @fz.elba

Komentar

Postingan Populer