Sajak 4
PELANDA JIWA
Memang benar,
Ia adalah suatu hal yang tidak akan pernah tuntas
juga suatu hal yang tidak akan pernah usai
Sekeras apapun aku berusaha memperjuangkan, atau
memilih menghentikan langkah untuk menyerah,
ia tak akan pernah tamat untuk dihatamkan
Memang benar,
Apa yang kau duga siapa "ia"
Ia yang telah lama memeluk tubuh,
dan masih sepakat untuk tetap utuh
Terkadang ia menjadi sebuah aroma
berasal dari seduhan hangat si kopi susu
begitu pula ia menjadi sebuah irama
berasal dari rintikan hujan yang merdu
Memang benar,
Ia adalah seorang yang buta
tak pernah kenal waktu untuk tiba
tak pernah kenal ruang untuk singgah
Andai ia bisa ku ajarkan untuk melanda
maka akan ku beri tahu, kawan
kapan dan dimana ia harus melanda
hingga terbilang pantas kepada siapa ia memandang
karya : @fz.elbatul


Komentar
Posting Komentar