Sajak 5

MELAPANGKAN DADA


Ada kondisi dimana suatu kenyataan yang dinamakan luka menumbangkan semangat untuk kembali melangkah.

Semua tumbang yang pernah dilalui, semua hancur yang dirasa dalam perjalanan ini akan menjadi sia-sia jika tanpa sebuah pemaknaan.

Mari belajar melapangkan dada.

merubah sakit menjadi perisai, mengubah trauma menjadi kekuatan.

Berlatih memejamkan mata dan percaya kita bisa menjatuhkan diri dan tetap baik-baik saja.

Perihal bab memaafkan, melepaskan, dan membiarkan yang semestinya pergi adalah pelajaran yang tak pernah tamat untuk dihatamkan.

Terulang, berulang dan mengulang.

Menangislah jika butuh menangis, karena dengannya batin kita lebih kuat untuk melepaskan sampah jiwa agar mudah berlapang dada.



writer : @fz.elbatul

time : Yaumul Milad Sayyidah Fathimah Az-Zahro' Albatul (20 Jumadil Akhir), 23 Januari 2022/06:12 am

Komentar

Postingan Populer