Sajak 6

OKTOBER YANG LUKA


Langit menyingsingkan siangnya menuju awan

terik mentari dikala itu berpamitan satu per satu

angin menghembuskan rasa yang jauh dari kata nyaman

rindu pun beranjak dari pangkuan daku


Semalam ku nantikan sebuah ucapan hingga pagi

namun harapan terkalahkan dengan kecewa sang lian

ternyata pujaan menikmati nyamannya dalam sepi

hingga diri memasungkan sekelebat impian


Kasih, rumahku telah mulai tak ramah

dinginmu kini turut membekukanku

duniaku pilu, sendu, hancur, tak terarah

tembokku basah dan atapku runtuh


Aku berantakan, sedangkan kau tetap utuh

aku berusaha pulih hingga berpeluh-peluh

meniup luka sendiri dengan dada yang begitu sesak

kau menyuarakan hampa dengan berdiri tegak


Kasih, ku mengais hati sendiri yang berlumuran darah

dan terseka sudah air mata oleh debu

kau tetap memakui diri diketinggian itu

dan memagari waktu tanpa sedikit celah


Aku telah memaafkan semuanya

aku telah melepaskan semuanya

dan aku telah membiarkannya pergi

hingga runtuhku reda kembali



karya : @fz.elbatul

Komentar

Postingan Populer