Yang Terjaga Hanya Untuk Yang Menjaga
Seseorang bilang, "yakinlah yang menjaga hanya untuk yang terjaga, maka jagalah dirimu. Kau akan temukan dia juga yang menjaga dirinya, sibukkan dirimu dengan hal yang bermanfaat, maka kau akan temukan dia juga yang sibuk dengan itu."
Orang-orang bertanya perihal Nabi Nuh yang mendapat istri durhaka dan Asyiyah yang disandingkan dengan Fir'aun, itu hanya terjadi ada sebagian kecil. Adapun rata-ratanya, yang menjaga akan mencari yang terjaga dan Allah kerap kali memasangkan itu, untuk melahirkan anak yang taat dari mereka.
Orang yang menjaga selalu mencoba memenangkan dirinya saat gelisah perihal lawan jenis, ketika rasa membuatnya lelah, ketika cinta membuatnya sesak, maka dia ingat-ingat lagi yang menjaga hanya untuk yang terjaga, maka menjagalah, Allah akan pertemukan.
Apakah yang pernah pacaran dan beramah-tamah dengan lawan jenis masih bisa masuk dalam tahap menjaga ? Tentu saja bisa, saat kau bertaubat kepada Allah dan memilih membatasi diri dan hanya membuka pintu untuk akad, kau jelas bagian yang menjaga.
Menjagalah, percaya janji Allah bahwa yang baik akan bertemu yang baik dan yang berusaha menjadi baik akan bertemu yang berusaha menjadi baik juga. Jika yang tidak mau jadi baik, malah berdalih "sudah begini saja, saya terlalu buruk." Maka sulit membayangkan bertemu yang baik, sebab percaya Allah dia telah berputus asa.
Jangan takut untuk menjaga, jangan takut untuk tidak pacaran saat masih muda, untuk tidak dekat dengan lawan jenis seperti yang lainnya. Bukan kau sendiri, ada banyak juga yang melakukan hal itu, termasuk dia yang akan menjadi jodohmu, adil, kalian sama-sama menjaga. Menjagalah, agar saat bertemu kau benar-benar indah dan rasamu masih baru, bersamaan dengan itu berkah Allah ada dalam pertemuan kalian.
Yang terjaga hanya untuk yang menjaga, lelaki tundukkan pandangan begitu pun wanita, mulailah membatasi hati dan perkuat iman, serta sibuk dengan ranah keilmuwan. Jalan pertemuan itu ada dua, entah dengan mereka yang sibuk berpacaran atau sibuk menaati Allah.
Kalau kau berdiri di jalan pacaran, maka maaf disana tak akan kau dapatkan yang menjaga. Sebaliknya, di jalan penjagaan tak akan kau temui yang berpacaran, sebab itu aib bagi mereka. Mulai sekarang menjagalah, kalau masih pacaran, putuskan, kalau baru putus dan sakit hati, maka jadikan patah itu sebagai pijakan untuk menemukan Allah dan tak pacaran lagi.
Apapun yang terjadi di masa lalu denganmu, semoga kau dapatkan yang terjaga dan merayakan rasa yang telah lama kau pendam. Aamiin ya mujibassailiin.
Ketahuilah, setiap orang tidak memiliki pembatas pada hatinya, ia berhak memilih siapa untuk dimiliki. Namun, sebaik-baiknya pemilik adalah Dia, Allah. Dan sebaik-baiknya yang dimiliki adalah ia yang bisa menjadikanmu lebih baik, yang bisa membuatmu lebih dekat pada-Nya.
Paiton, 06 September 2022 / 16:17
writer : @fz.elbatul
.jpg)


Komentar
Posting Komentar